Kamis, 07 Agustus 2014 Tags: 0 komentar

Persiapan



Sebelum memulai KKN, wajib untuk melakukan survey lokasi daerah KKN kamu! Kali ini biaya ditanggung kelompok.
Survey bermanfaat untuk mendapatkan informasi mengenai potensi, program, demografi wilayah, sosial ekonomi masyarakat dan beberapa informasi lainnya yang akan dijadikan pertimbangan dalam menyusun program-program KKN. Jadi, survey itu WAJIB hukumnya dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh!
Temuilah orang yang mengerti tentang desa itu, itu artinya, harus ketemu dengan Pak Kadesnya, jika tidak, dengan pejabat desa lainnya atau orang yang mengerti tentang desa, biasanya guru atau mahasiswa juga bisa, yang peduli dengan desanya dan mengerti potensi desa. Nah, makanya, jangan malu bertanya dengan banyak orang. Jangan hanya bergantung pada seorang saja, ingat, setiap orang memiliki sisi subjektif masing2. Well, Ini merupakan tahap minimal sebuah survey.
Setelah mendapatkan beberapa informasi, mulailah menyusun proposal yang berisi program-program yang akan dilakukan. Pada tahap ini, hal-hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah beberapa informasi yang telah didapatkan ketika survey, dana, kemampuan peserta KKN, moment (missal, bulan Ramadhan), dan waktu. Jangan sampai program yang dirancang tidak bisa direalisasikan. Dalam menyusun program, disarankan berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Pak Kades atau yang dimintai informasi sebelumnya.



Persiapan
Yang jauh2 hari:
·         Pastikan SKS mencukupi
·         Daftar di Siakad
·         Bayar
·         Pilih lokasi KKN yang kamu suka
·         Pokoknya ikuti alur sesuai yang ditentukan (ada proses ngisi2 sesuatu di web, bayar, tes kesehatan di student center, de el el)
·         Sering2 buka webnya LPPM, penting nih, informasi didapetin disini, jangan hanya bergantung pada orang lain!
·         Pembekalan (saya sih 4 minggu, tiap hari sabtu)
·         Kompakin dengan kelompok ya…
·         Koordinasi dg DPL, kalau yang ini harus sering!
·         Survey lokasi, lihat potensi wilayah, ketemu kepala desa, tanyain tempat tinggalnya gimana, dan lain-lain
·         Buat proposal, belajar panduannya, pahami betul2 formatnya, download di web penyelenggara (LPPM).
Ada dua jenis proposal. Pertama, proposal yang berisi program mahasiswa yang nantinya diajukan kepada DPL. Kedua, proposal DPL yang nantinya diajukan ke LPPM. Mengingat proposal ini penting, maka harus diperhatikan betul-betul!
Terkadang, ada DPL yang tidak mengerti hal ini, makanya kita harus berkoordinasi btul2 dengan DPL. Kasus yang saya hadapi, DPL tidak tahu kalau harus membuat proposal juga, jadinya dengan terpaksa saya dan teman kelompok yang nyusun deh (atas permintaan DPL), nambah2in pekerjaan kan! Padahal kerjaan sebagai mahasiswa sudah banyak…heheh
·         Sering2 ketemu kelompok, nyusun program, sesuai potensi. Program di proposal bisa beda dg program di lapangan, tapi wajib disuusn ini, buat pencairan dana!, konsultasikan dengan DPL
·         PJ tiap program harus jelas, sesuaikan dengan bidangnya.
·         Program harus yang bisa diREALISASIKAN!
Sebelum Pemberangkatan:
Tahap pertama adalah persiapan. Setelah ribet dengan penyusunan proposal berisi program-program yang akan dijalankan selama KKN dan survey lokasi KKN, persiapan nyata yang paling dekat dengan keberangkatan adalah packing. Apa saja yang harus dibawa? Sebenarnya tergantung dimana kita ditempatkan. Kalau saya tinggal di tempat Pak Kades, jadi tidak perlu membawa gallon, setrika, bed cover, dan segala macamnya layaknya hendak pindahan kos seperti yang teman-teman saya lakukan karena ditempatkan di sebuah rumah kosong. Selain itu, keadaan rumah yang telah lama kosong menuntut mereka untuk membersihkan rumahnya dahulu (nyapu, ngepel, dan segala macam bentuk kebersihan lainnya… bisa dibayangkan, hehehe). Alhasil, karena kemudahan yang kelompok saya dapatkan karena pak kades yang berhati baik, saya hanya menyipakan koper untuk menampung baju-baju saya yang terdiri dari baju resmi (4 potong), baju tidak tesmi (6 potong), baju tidur (4 potong), rok (5 potong) karena saya selalu mengenakan rok, jilbak disesuaikan dengan baju, segala hal berkenaan dengan busana menyesuaikan (saya KKN selama 40 hari), alat mandi, hanger (penting ini!), tempat baju kotor, laptop, sandal,alat sholat, al quran, detergen (nyuci sendiri lho yaaaa), charger. Perkap 2 yang saya sebutkan termasuk dalam persiapan yang simple, ada yang membawa selimut dan roll kabel (kenali wilayah juga, apakah dingin, panas, dsb). Nah, sebagai kategori simpel, semua barang masuk ke dalam sebuah koper berukuran sedang dan sebuah tas punggung yang juga berukuran sedang. Jangan malu membawa koper berukuran besar, justru itu membuat lebih simple karena semua barang bisa masuk, dibandingkan dengan hanya membawa koper kecil kemudian ditambah beberapa tas, yang ini justru merepotkan!
 

No Response to "Persiapan"

Posting Komentar