Sebelum memulai KKN, wajib untuk
melakukan survey lokasi daerah KKN kamu! Kali ini biaya ditanggung kelompok.
Survey bermanfaat untuk mendapatkan
informasi mengenai potensi, program, demografi wilayah, sosial ekonomi
masyarakat dan beberapa informasi lainnya yang akan dijadikan pertimbangan
dalam menyusun program-program KKN. Jadi, survey itu WAJIB hukumnya dan harus
dilakukan dengan sungguh-sungguh!
Temuilah orang yang mengerti tentang
desa itu, itu artinya, harus ketemu dengan Pak Kadesnya, jika tidak, dengan
pejabat desa lainnya atau orang yang mengerti tentang desa, biasanya guru atau
mahasiswa juga bisa, yang peduli dengan desanya dan mengerti potensi desa. Nah,
makanya, jangan malu bertanya dengan banyak orang. Jangan hanya bergantung pada
seorang saja, ingat, setiap orang memiliki sisi subjektif masing2. Well, Ini merupakan tahap minimal sebuah
survey.
Setelah mendapatkan beberapa
informasi, mulailah menyusun proposal yang berisi program-program yang akan
dilakukan. Pada tahap ini, hal-hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah
beberapa informasi yang telah didapatkan ketika survey, dana, kemampuan peserta
KKN, moment (missal, bulan Ramadhan), dan waktu. Jangan sampai program yang
dirancang tidak bisa direalisasikan. Dalam menyusun program, disarankan
berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Pak Kades atau yang
dimintai informasi sebelumnya.
Persiapan
Yang jauh2 hari:
·
Pastikan
SKS mencukupi
·
Daftar
di Siakad
·
Bayar
·
Pilih
lokasi KKN yang kamu suka
·
Pokoknya
ikuti alur sesuai yang ditentukan (ada proses ngisi2 sesuatu di web, bayar, tes
kesehatan di student center, de el el)
·
Sering2
buka webnya LPPM, penting nih, informasi didapetin disini, jangan hanya
bergantung pada orang lain!
·
Pembekalan
(saya sih 4 minggu, tiap hari sabtu)
·
Kompakin
dengan kelompok ya…
·
Koordinasi
dg DPL, kalau yang ini harus sering!
·
Survey
lokasi, lihat potensi wilayah, ketemu kepala desa, tanyain tempat tinggalnya
gimana, dan lain-lain
·
Buat
proposal, belajar panduannya, pahami betul2 formatnya, download di web
penyelenggara (LPPM).
Ada dua jenis proposal. Pertama,
proposal yang berisi program mahasiswa yang nantinya diajukan kepada DPL.
Kedua, proposal DPL yang nantinya diajukan ke LPPM. Mengingat proposal ini
penting, maka harus diperhatikan betul-betul!
Terkadang, ada DPL yang tidak mengerti
hal ini, makanya kita harus berkoordinasi btul2 dengan DPL. Kasus yang saya
hadapi, DPL tidak tahu kalau harus membuat proposal juga, jadinya dengan
terpaksa saya dan teman kelompok yang nyusun deh (atas permintaan DPL),
nambah2in pekerjaan kan! Padahal kerjaan sebagai mahasiswa sudah banyak…heheh
·
Sering2
ketemu kelompok, nyusun program, sesuai potensi. Program di proposal bisa beda
dg program di lapangan, tapi wajib disuusn ini, buat pencairan dana!,
konsultasikan dengan DPL
·
PJ
tiap program harus jelas, sesuaikan dengan bidangnya.
·
Program
harus yang bisa diREALISASIKAN!
Sebelum Pemberangkatan:
Tahap pertama adalah persiapan.
Setelah ribet dengan penyusunan proposal berisi program-program yang akan
dijalankan selama KKN dan survey lokasi KKN, persiapan nyata yang paling dekat
dengan keberangkatan adalah packing.
Apa saja yang harus dibawa? Sebenarnya tergantung dimana kita ditempatkan.
Kalau saya tinggal di tempat Pak Kades, jadi tidak perlu membawa gallon,
setrika, bed cover, dan segala macamnya layaknya hendak pindahan kos seperti
yang teman-teman saya lakukan karena ditempatkan di sebuah rumah kosong. Selain
itu, keadaan rumah yang telah lama kosong menuntut mereka untuk membersihkan
rumahnya dahulu (nyapu, ngepel, dan segala macam bentuk kebersihan lainnya… bisa
dibayangkan, hehehe). Alhasil, karena kemudahan yang kelompok saya dapatkan
karena pak kades yang berhati baik, saya hanya menyipakan koper untuk menampung
baju-baju saya yang terdiri dari baju resmi (4 potong), baju tidak tesmi (6
potong), baju tidur (4 potong), rok (5 potong) karena saya selalu mengenakan
rok, jilbak disesuaikan dengan baju, segala hal berkenaan dengan busana
menyesuaikan (saya KKN selama 40 hari), alat mandi, hanger (penting ini!),
tempat baju kotor, laptop, sandal,alat sholat, al quran, detergen (nyuci
sendiri lho yaaaa), charger. Perkap 2 yang saya sebutkan termasuk dalam
persiapan yang simple, ada yang membawa selimut dan roll kabel (kenali wilayah
juga, apakah dingin, panas, dsb). Nah, sebagai kategori simpel, semua barang
masuk ke dalam sebuah koper berukuran sedang dan sebuah tas punggung yang juga
berukuran sedang. Jangan malu membawa koper berukuran besar, justru itu membuat
lebih simple karena semua barang bisa masuk, dibandingkan dengan hanya membawa
koper kecil kemudian ditambah beberapa tas, yang ini justru merepotkan!


No Response to "Persiapan"
Posting Komentar