Jumat, 11 Juli 2014/ 13 Ramadhan 1435 H
Hari kedua sebenarnya tidak begitu
banyak angin segar yang kelompok saya dapatkan. Permasalahannya masih seputar
ketidak jelasan dana untuk program-program yang telah direncanakan. Disatu sisi
program harus segera dijalankan mengingat waktu yang terbatas dan timeline yang telah dibuat dalam
proposal, di sisi lain, tidak mungkin bagi kami merealisasikan program tanpa
adanya dana. Ketidakjelasan mengenai pendanaan ini salah satunya adalah karena
tidak ada komunikasi antara pihak yang bertanggungjawab dengan masalah
pendanaan dengan peserta KKN. Faktor domestik lainnya adalah susahnya
menghubungi DPL kelompok saya. Bahkan peserta KKN tidak mengetahui sampai
dimana proses pencairan dana proposal KKN yang telah disusun, kapan akan cair,
berapa jumlahnya, bahkan sulit mendapatkan informasi tentang hal tersebut.
Masih seputar keuangan, kealpaan komunikasi juga menyebabkan kami merasa ragu
apakah dana pribadi KKN yang kami bayar sebelumnya senilai 1.200.000 sebesar
900.00nya telah sampai ke tangan Kades yang kami tempati sebagai anggaran biaya
hidup yang maliputi makan, listrik, dan air. Hari kedua ini, masih belum bisa
menghubungi DPL untuk mendapatkan kejelasan informasi akan hal ini.
Akhirnya, saya dan kelompok membahas
program apa saja yang bisa dilakukan dalam waktu dekat yang sekiranya tidak
mengeluarkan dana yang besar. Program tersebut adalah penyuluhan manajemen
keuangan dan pembuatan blog untuk desa plukaran (yang merupakan program utama)
serta penyuluhan kesehatan dan pola hidup sehat dan bimbingan belajar (yang
merupakan program penunjang), keempat program ini yang akan kami konsultasikan
dengan kades terkait bagaimana baiknya program tersebut dilaksanakan.
Di hari kedua ini, saya juga
berkenalan dengan tetangga pak Kades, ikut ngobrol dengan mereka dan
berkeliling dukuh Krajan, tempat kami tinggal, dengan dipandu oleh dua guide yang sudah mengenal dukuh Krajan
dengan baik, yakni dua kakak beradik bernama Bella dan Navil. Kami berkeliling
ambil sedikit-sedikit mencoba mengenali daerah Plukaran yang merupakan bagian
lereng Gunung Muria ini. Di beberapa spot wilayah terutama daerah lapang atau
tinggi, terlihat puncak Gunung Muria.
Dari kiri: saya, Bella, Ricka
Navil, adik Bella
Saya juga mengamati rumah-rumah di
sekitar yang ternyata sangat terpengaruh dengan Islam sehingga terdapat bagian
rumah yang mengandung unsur keislaman seperti lafadz Allah dan kubah kecil
dengan lafadz Allah di puncaknya yang sewajarnya menjadi bagian dari sebuah
masjid atau musholla.
Hari kedua diakhiri dengan
bercengkerama dengan keluarga pak Kades sehabis sholat tarawih di ruang
keluarga sambil menonton TV berukuran 14”. Belum banyak titik temu yang
didapatkan. Tetapi ada Bu Kades yang secara tidak langsung selalu menghibur
dengan kerenyahan gaya berbicaranya dan memaklumi keadaan kami (meminta agar
tidak terlalu terburu-buru tan begitu larut memikirkan program… kekeke).







No Response to "Hari #2"
Posting Komentar