Kamis, 07 Agustus 2014 Tags: 0 komentar

Hari #2



Jumat, 11 Juli 2014/ 13 Ramadhan 1435 H
Hari kedua sebenarnya tidak begitu banyak angin segar yang kelompok saya dapatkan. Permasalahannya masih seputar ketidak jelasan dana untuk program-program yang telah direncanakan. Disatu sisi program harus segera dijalankan mengingat waktu yang terbatas dan timeline yang telah dibuat dalam proposal, di sisi lain, tidak mungkin bagi kami merealisasikan program tanpa adanya dana. Ketidakjelasan mengenai pendanaan ini salah satunya adalah karena tidak ada komunikasi antara pihak yang bertanggungjawab dengan masalah pendanaan dengan peserta KKN. Faktor domestik lainnya adalah susahnya menghubungi DPL kelompok saya. Bahkan peserta KKN tidak mengetahui sampai dimana proses pencairan dana proposal KKN yang telah disusun, kapan akan cair, berapa jumlahnya, bahkan sulit mendapatkan informasi tentang hal tersebut. Masih seputar keuangan, kealpaan komunikasi juga menyebabkan kami merasa ragu apakah dana pribadi KKN yang kami bayar sebelumnya senilai 1.200.000 sebesar 900.00nya telah sampai ke tangan Kades yang kami tempati sebagai anggaran biaya hidup yang maliputi makan, listrik, dan air. Hari kedua ini, masih belum bisa menghubungi DPL untuk mendapatkan kejelasan informasi akan hal ini.
Akhirnya, saya dan kelompok membahas program apa saja yang bisa dilakukan dalam waktu dekat yang sekiranya tidak mengeluarkan dana yang besar. Program tersebut adalah penyuluhan manajemen keuangan dan pembuatan blog untuk desa plukaran (yang merupakan program utama) serta penyuluhan kesehatan dan pola hidup sehat dan bimbingan belajar (yang merupakan program penunjang), keempat program ini yang akan kami konsultasikan dengan kades terkait bagaimana baiknya program tersebut dilaksanakan.
Di hari kedua ini, saya juga berkenalan dengan tetangga pak Kades, ikut ngobrol dengan mereka dan berkeliling dukuh Krajan, tempat kami tinggal, dengan dipandu oleh dua guide yang sudah mengenal dukuh Krajan dengan baik, yakni dua kakak beradik bernama Bella dan Navil. Kami berkeliling ambil sedikit-sedikit mencoba mengenali daerah Plukaran yang merupakan bagian lereng Gunung Muria ini. Di beberapa spot wilayah terutama daerah lapang atau tinggi, terlihat puncak Gunung Muria. 


Dari kiri: saya, Bella, Ricka


Navil, adik Bella


Saya juga mengamati rumah-rumah di sekitar yang ternyata sangat terpengaruh dengan Islam sehingga terdapat bagian rumah yang mengandung unsur keislaman seperti lafadz Allah dan kubah kecil dengan lafadz Allah di puncaknya yang sewajarnya menjadi bagian dari sebuah masjid atau musholla. 

Hari kedua diakhiri dengan bercengkerama dengan keluarga pak Kades sehabis sholat tarawih di ruang keluarga sambil menonton TV berukuran 14”. Belum banyak titik temu yang didapatkan. Tetapi ada Bu Kades yang secara tidak langsung selalu menghibur dengan kerenyahan gaya berbicaranya dan memaklumi keadaan kami (meminta agar tidak terlalu terburu-buru tan begitu larut memikirkan program… kekeke).

 




No Response to "Hari #2"

Posting Komentar