Minggu, 13 juli 2014/ 15 Ramadhan 1435 H
Hari keempat saya dan teman berencana
jalan-jalan sembari melihat-lihat sekitaran desa. Kami merencanakan ba’da subuh
berjalan-jalan. Sayangnya, hari itu hujan sedari subuh sehingga rencana jalan-jalan
ini gagal dilaksanakan. Apa yang kami lakukan? Tidur. Ralat: tidak sepenuhnya
kami. Saya sendiri menghabiskan pagi dengan membaca buku pinjaman mas Taufik,
anak sulung Pak Kades, yang berjudul “Sejarah Tuhan”.
Menjelang siang, hujan reda. Empat
orang teman perempuan saya akhirnya berjalan-jalan. Saya memutuskan tidak ikut
karena hari itu mendung dan terasa lembab. Saya lebih senang menghabiskan waktu
dengan membaca buku. Sedangkan Septi, temanku yang juga tinggal, lebih memilih
menonton film di laptopku. Tiga orang putra lainnya, yang satu memilih pulang
karena dia memang berasal dari Pati (pulang malam hari dan kembali lagi siang
hari) dua putra yang lain, entah apa yang dilakukan, saya tidak tahu karena
mereka berada di lantai dua.
Sore hari kami rapat membahas segala
sesuatu yang akan dilakukan esok hari, hari Senin. Kami memang merencanakan
baru memulai KKN secara formal pada hari Senin ini mengingat sebelumnya Balai
Desa libur sedangkan kami perlu berkenalan dan berkoordinasi dengan perangkat
desa. Di lantai dua, tempat para cowok tinggal, yang merupakan ruang yang
sesungguhnya adalah musholla rumah Pak Kades, kami berdiskusi. Kami memfiksasi
program yang akan dilakukan, dan mencari strategi yang tepat untuk memulai,
serta membahas bagaimana berkoordinasi dengan perangkat desa. Untungnya, Pak
Kades dengan baik hati membantu kami dengan mengundang para perangkat desa
untuk berkumpul esok hari, dalam sebuah acara penyambutan, perkenalan, dan
koordinasi. Rapat selesai dengan sebuah titik terang, like a silver line in the dark cloud, karena sebelum-sebelumnya
saya merasa belum jelas segalanya tentang program yang akan dijalankan selama
satu setengah bulan ini. Akhirnya fix. Rapat selesai dan saya bersiap untuk
buka puasa J.


No Response to "Hari #4"
Posting Komentar